Padang || Tiraiminang.com – Kepala Sekolah SDN 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Siptahayadi, mengatakan tidak adanya terjadi yang namanya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah SDN 33 yang saya pimpimpin ini ucap Kepsek Sipta Hayadi kepada wartawan yang mewawancarai diruangan kerjanya pada hari, senin tgl 27 - 7 - 2026.
Lanjut Kepsek menjelaskan dengan meninggalnya salah seorang siswa kita yang bernama Nailah Adilah kelas III B
berdasarkan hasil penelusuran internal sekolah proses belajar mengajar pada hari Senin, 20 Juli 2026 terakhir korban masuk sekolah berjalan normal dan biasa saja tanpa adanya kejadian yang mengarah pada tindakan perundungan ( bullying )
Dari pagi harinya sampai pulang sekolah, kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa tidak adanya laporan maupun kejadian yang mencurigakan selama proses pembelajaran berlangsunh ujcap kepsek Siptahayadi saat ditemui awak media ini diruangan kerjanya pada hari senin, tgl 27 -7- 026
Terus kepsek menjelaskan setelah pulang sekolah korban berada di rumah, Keesokan harinya, orang tua korban berinisial Wahid datang ke sekolah untuk meminta izin karena anaknya sakit. Dua hari kemudian, orang tua kembali menghubungi wali kelas dan meminta izin agar saudara kembar korban tidak masuk sekolah karena mau menemani sang kakak yang masih sakit.
Ada sekitar dua kali orang tua korban minta izin namun tidak pernah ada penyampaian kepada guru bahwa anak diduga menjadi korban bullying. Informasi tersebut baru kami terima setelah korban meninggal dunia pungkas Kepsek. Menurut Kepsek Siptahayadi, kemudian pihak sekolah langsung meminta klarifikasi kepada wali kelas, siswa yang disebut-sebut sebagai pelaku, dan kepada teman - teman sekelas korban. Dari keterangan yang diperoleh, seluruhnya menyatakan tidak mengetahui adanya tindakan perundungan pada hari korban terakhir mengikuti mata pelajaran disekolah.
Menurut keterangan mereka semua sama, tidak ada kejadian seperti imformasi yang beredar, bahkan tidak adanya laporan korban maupun siswa lain yang meminta izin keluar kelas karena ada masalah," ujarnya.
Mengenai foto yang beredar di media sosial yang memperlihatkan adanya perubahan warna pada bagian punggung korban, Siptahayadi menjelaskan telah meminta penjelasan dari tenaga medis, berdasarkan informasi yang diterimanya, perubahan warna tersebut diduga merupakan proses alami pada jenazah setelah meninggal dunia, bukan diakibat benturan benda keras.
Namun demikian, Kepsek menegaskan pihak sekolah akan menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada aparat yang berwenang apapun langkah selanjutnya tentang penyelidikan pihak sekolah selalu mendukung agar penyebab yang sebenarnya bisa terungkap dengan jelas apakah memang ada kesalahan dari pihak sekolah tentu akan kami pertanggung jawabkan. Namun sampai saat ini pihak sekolah belum menemukan bukti - bukti terhadap adanya bullying di sekolah, kata Kepsek Sipta Hayadi.
Terus Kepsek menuturkan dalam hal ini memang para guru merasa terpukul dengan tudingan yang berkembang di media sosial, bahkan, beberapa guru disebut mengalami tekanan psikologis akibat berita yang beredar di medsos tentang hal ini.
Kami atas nama pihak sekolah berharap proses hukum dapat berjalan dengan baik dan objektif sehingga tidak muncul kesimpulan sepihak mari kita tunggu hasil penyelidikan resmi diumumkan kepublik, ketua Komite kelas Nur Afni (40), mengatakan selama ini dirinya hampir setiap hari berada di lingkungan sekolah tetapi tidak pernah menemukan yang namanya praktik perundungan ( bullying ) terhadap siswa.disekolah ini.
Untuk selaniutnya pihak sekolah mengimbau pada masyarakat agar menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian semoga tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang akan merugikan sepihak. Kata Kepsek Sipta Hayadi mengakhiri pada awak media ini yang mewawancarai ( Ajo Aripin )
0 Komentar