BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI TIRAI MINANG

Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia ( WBTBI ) dilangsungkan pada hari Jumat tgl, 28 - 8 026 bertempat di Aula Kantor Gubernur Sumbar

 


Padang || Tiraiminang.com -- Penyerahan sertifikat oleh Bpk Gubernur kepada 16 kabupaten/kota di Sumbar. dilangsungkan di Aula Kantor Gubernur Sumbar pada hari Jumat, tgl, 28 - 8 - 2028. Gubernur berharap kepada masyarakat semoga tidak berhenti pada pengakuan secra lisan saja, akan tetapi terus menjaga, serta mewariskan budaya kepada generasi yang berikutnya.

Lanjut Gubernur menyampaikan Acara Kegiatan ini digabungkan dengan Seminar Kajian Jejak Sang Maharaja Diraja:yang merupakan seorang petinggi diminangkabau pada zaman dahulunya, serta penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.Penetapan WBTBI menjadi bentuk pengakuan negara terhadap realita jejak kehidupan masyarakat yang diwariskan secara  turun-temurun  terhadap Regenerasi pungkas Gubernur.

Pengakuan ysng seperti ini  harus disusul dengan langkah - langkah yang kongkrik  semoga bisa terjaga keberlangsungan hidup warisan berbudaya secara terus menerus atau turun temurun Budaya tidak akan lama bertahan kalau hanya  tercatat sebagai harta warisan saja, namun masyarakat harus sering mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari seperti bahasa Minang yang masih digunakan oleh masyarakat minang yang ada dirantau.

Penggunaan bahasa budaya dalam sehari - hari  cara yang paling ampuh dalam mempertahankan kebudayaan daerah sebagai bagian dasar  pembangunan di daerah atau di Nagari. Sampai saat ini insya Allah kita selalu menjaga budaya kita.sampai saat sekarang lebih kurang 164 warisan budaya takbenda dari Sumatera Barat sudah disahkan  sebagai WBTBI.

Dalam acara penyerahan pada saat ini, Kota Padang menerima budaya Silek Pauah, Anyang Rawan Sipasan. Padang Pariaman menerima Maniliak Bulan Indang Tigo Sandiang, Malacuik Marapulai, Cagar Budaya Makam Syekh Burhanuddin. Solok Selatan menerima Ssluang Panjang, Pongek Pisang, Tari Indang Tagak Baringin Sakti. Tanah Datar menerima Sulaman Banang Ameh, Alu Katentong, Sungayang, Tingkuluak Balapak, Cagar Budaya Benteng Van der Capellen. Pasaman Barat menerima Tari Salapan Ala Bangih. Ma Apam. Bukittinggi menerima Cagar Budaya Jam Gadang, SMA Negeri 2 Bukittinggi Sekolah Rajo. Border Karancang Bukittinggi

Solok menerima, Balato Palapah Pisang, Samba Itam Randai Ilau Pesisir Selatan menerima Rumah Gadang Mandeh Rubiah Marapulai Basuntiang dan Manjalang.   Sijunjung menerima Talempong Kayu, Gulai Umbuik Batang Pisang, Rimbo Larangan Paru. Dharmasraya menerima Lubuk Larangan Nagari Lubuk Karak serta Cagar Budaya Percandian Pulau Sawah. Kepulauan Mentawai menerima Sagu Kapurut, Otcai, Toek, dan Subbet. Agam menerima Talempong Uwaik-Uwaik. Padang Panjang menerima Dendang Gunuang dan Tari Piriang Suluah. Lima Puluh Kota menerima Pongek Limbonang dan Nolam Talang Malia. Sawahlunto menerima Kuda Kepang Sawahlunto Bakaru Nagari Kajai.Pasaman menerima, Mando'a Surau Batu

Kepala dinas Kebuyaan provinsi Sumbar Syaiful mengatakan Selain penyerahan sertifikat, rangkaian acara juga diisi dengan kajian kuratorial Museum Adityawarman dengan tujjan memperkaya narasi sejarah agar lebih menarik, dan fleksibel terhadap generasi muda atau berikutnya. Kadis Syaiful menjelaskan Museum Adityawarman yang kita cintai ini sampai sekarang sudah berumur 50 tahun atau setengaj Abad lenih kursng. Untuk Tahun 2027. yang akan datang, akan diisi dengan program “Pusako ASEAN” melalui seminar, pameran, dan community festival dengan melibatkan negara-negara yang ada di ASEAN.pungkas Kadis Syaiful.

Kegiatan Rangkaian acara ditandai penandatanganan nota kesepakatan  antara Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan Sumbar. dengan tujuan memaximalkan cagar budaya dan museum sebagai sumber sejarah bagi pelajar SMA SMK dan yang lainya. WBTBI bukan akhir pelestarian. Semua elemen masyarakat beserta Pemerintahan wajib melanjutkan warisan, terhadap generasi, berikutnya. Kata Kadis Syaiful mengakhiri pada awak media ini yang mewawancarai. (Ajo Aripin )

Posting Komentar

0 Komentar